Hasil Penelitian
new.png akhlak1.png

Laporan

page

Laporan

Berisikan Menu Tentang Laporan-Laporan Pada Pengadilan Tinggi Palembang termasuk Laporan Hasil Penelitian, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Laporan Tahunan dan Laporan-Laporan Lainnya

Survei

Standar Pelayanan

E-Court

Direktori Putusan

Info Perkara

Laporan Tahunan

Penerapan Nilai Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

 

30238510_illustrasi_hut_ri_77_06-20230402024327.jpg

Pergerakan kebangsaan Indonesia dimulai sejak masa perjuangan sebelum kemerdekaan. Pergerakan kebangsaan Indonesia berkembang dari perlawanan lokal menjadi gerakan nasional yang terorganisir dan modern. Kesadaran sebagai satu bangsa terus tumbuh hingga puncaknya pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Setelah kemerdekaan, pergerakan kebangsaan Indonesia tidak berhenti. Ia berkembang dalam bentuk mempertahankan kedaulatan, membangun persatuan, menghadapi tantangan ideologi, dan meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam era globalisasi dan demokrasi.

Permasalahan Penerapan Nilai Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Di era globalisasi dan peningkatan pengaruh budaya luar terhadap bangsa Indonesia memberikan pengaruhnya terhadap Penerapan Nilai Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Akibat dari hal tersebut rasa nasionalisme dan cinta tanah air terhadap bangsa menurun karena banyak budaya asing yang menjadi lebih populer dibandingkan dengan budaya sendiri. Pengaruh lainnya muncul dari penggunaan media sosial yang menciptakan mudahnya informasi asing masuk sehingga dapat mengurangi rasa nasionalisme karena sikap individualisme yang semakin meningkat. Selain itu ancaman radikalisme dari media sosial yang dapat menyebarkan kebencian terhadap bangsa dan negara juga menjadi permasalahan yang mengancam penerapan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan bela negara

Tantangan utama dalam penerapan nilai wawasan kebangsaan dan bela negara di era globalisasi meliputi Dominasi budaya asing yang menggeser budaya lokal, Pengaruh media sosial yang meningkatkan individualisme, Serta ancaman radikalisme digital yang merusak persatuan. Oleh karena itu, perlu penguatan literasi kebangsaan, pendidikan karakter, dan kontrol informasi di era digital sebagai bentuk bela negara modern.

Upaya Permasalahan Penerapan Nilai Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Salah satu upaya utamanya adalah melalui dunia pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, dengan mengintegrasikan materi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan wawasan kebangsaan ke dalam kurikulum. Di samping itu, literasi digital menjadi sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif media sosial. Edukasi tentang cara memilah informasi, mengenali hoaks, dan menghindari konten radikal perlu ditanamkan sejak dini. Pemerintah dan masyarakat juga mendorong terciptanya konten-konten positif dan kreatif di media sosial yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan, budaya lokal, dan toleransi.. Program ini diperkuat dengan pelatihan untuk pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), dan elemen masyarakat lainnya. Pentingnya peran generasi muda dalam meningkatkan penerapan nilai nilai wawasan kebangsaan dan bela negara diantaranya adalah memberikan dan menambahkan strategi modern terutama dalam menambahkan konten positif dalam bersosial media. Selain itu hal yang bisa dilakukan adalah promosi nilai-nilai wawasan kebangsaan dan bela negara melalui pembelajaran sejarah, pengembangan rasa cinta tanah air, pembetukan karakter kewarganegaraan, pendidikan keamanan dan pertanahanan dan pengembangan keterampilan sosial.

 

 

Tugas Latsar Natasya Islami Kamega

Kelompok       : IV

Angkatan        : IV

Gelombang      : II

Satker              : Pengadilan Negeri Lahat